Pria Meninggal tapi Keluarga Tak Datang, Siswa Bantu Pemakaman, Ucapkan 5 Kata yang Bikin Merinding!

Kehadiran keluarga sangat dibutuhkan setiap orang.
Tentu menjadi hal yang mudah jika harus hidup sendiri sepanjang hidup.

Namun, hal inilah yang dialami oleh seorang pria bernama Nicholas Miller.



Nicholas Miller adalah seorang pria yang tinggal sendirian tanpa keluarga.
Hal yang lebih menyedihkan adalah bahwa pria ini juga meninggal sendirian.

Tak ada satu anggota keluarga pun yang hadir di pemakamanannya.
Pria ini dimakamkan di sebuah pemakaman kota.

Meski telah tiada, Miller pun harus dimakamkan dalam kondisi yang menyedihkan.
Ia dikuburkan di liang tanpa batu nisan.

Untungnya, meski tak punya keluarga, beberapa pemuda rela membantu proses pemakamannya.
Mereka bertugas menjadi pembawa peti jenazah Miller.

6 Pemuda ini adalah siswa dari sekolah putra Roxbury Latin, Boston, Amerika Serikat, melansir NPR.

Mereka mengenakan pakaian rapi berdasi dan mengenakan mantel mengingat saat itu sedang musim dingin.

Tak hanya membawa peti, mereka juga mengikuti ucapara pemakaman singkat.

Mereka berkumpul di sekililing peti Miller dan mengucapkan doa.
Dalam kalimat doa itu, terselip ungkapan yang sungguh mengharukan.

"Tuhan, terima kasih telah membuka hati dan pikiran kami untuk tugas penuh kasih ini.
Kami di sini untuk manjadi saksi kehidupan dan kepergian Nicholas Miller.

Dia meninggal sendiri tanpa keluarga untuk menemani.

Tapi, di sini kami adalah keluarganya, kami di sini sebagai putranya.

Kami merasa terhormat untuk berdiri bersama di sisinya sekarang, untuk mengenang kehidupannya dan untuk mengingat kematiannya, kami menyerahkannya pada kedamaian abadi."



Setiap dari pemuda ini juga menyampaikan pesan terakhir untuk memberikan penghormatan terakhir pada Miller.

Setelah upacara pernikahan, para siswa senior ini membagikan pendapat dan pengalaman yang sangat menyentuh hati.

Brendan McInerney mengaku bahwa menjadi relawan pemakaman Miller membuat menyadari apa yang penting dalam hidup.

Pemimpin upacara pemakaman yang bernama Mike Pojman yang mana adalah wakil kepala sekolah sekaligus penasihat senior di sekolah para siswa ini.



Pojman pun membagikan alasannya mengajak para siswa ini di sela kegiatan belajar mereka.
Ia terinspirasi dari program serupa yang dulu diadakan di sekolahnya.

Tak disangka, Pojman menemukan sebuah rumah pemakaman bernama Lawler and Crosby yang biasa menangani kasus seperti ini.

"Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kamu tahu kamu tidak bisa meninggalkan orang-orang kurang beruntung terbaring di sana selamanya," ungkap pimpinan rumah pemakaman, Robert Lawler.

Jika tak ada keluarga yang datang, biasanya Lawler sendiri yang melakukan upacara pemakaman.
Setelah melakukan pekerjaan ini selama 42 tahun, ia sangat menghargai aksi para remaja ini.
Saat pemakaman usai, para siswa meletakkan bunga di atas makam.

Mereka akhirnya kembali ke sekolah untuk melanjutkan pelajaran di sekolah.
Salut dengan aksi para siswa ini, sungguh inspiratif!

(TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter