Cegah Trauma Akibat Perang, Ayah Ajak Putrinya Tertawa Setiap Kali Bom Meledak
Kondisi terburuk terjadi di kota tempat gadis itu tinggal.
Dream - Suriah menjadi area konflik berkepanjangan. Serangan bom kerap terdengar. Salah satu yang paling tersiksa dari keadaan tersebut adalah anak-anak. Di usia yang seharusnya menjadi waktu bermain diisi dengan suara ledakan.
Kondisi perang juga memaksa orang tua untuk selalu ceria di hadapan buah hatinya. Berharap mereka tak trauma dengan keadaan kacau balau di negaranya.
Sebuah video yang diunggah akun jurnalis Mehmet Algan, @alganmehmett itu menunjukkan seorang ayah dari Idlib, Abdullah, mengajarkan putrinya Selva, 4 tahun, tertawa saat mendengar bom jatuh.
Permainan itu dia buat agar sang putri tak trauma. " Setiap saat suara (bom) itu datang, keluarga itu tertawa. Suriah merupakan gerakan lambat perjuangan umat manusia. Perlu batin yang besar," tulis Mehmet, The Independent Turki, diakses Selasa, 18 Februari 2020.
Video itu muncul setelah pemboman besar-besaran di Idlib. Salah satu benteng pertahanan yang dikuasai oposisi di Suriah, tempat tinggal ratusan ribu warga Suriah dan pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran lain untuk menetap di sana.
Sejak meningkatnya serangan Suriah terhadap Idlib di bawah Bashar al-Assad, banyak yang meninggalkan kota itu. Kondisi ini menggambarkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam serangkaian krisis kemanusiaan dalam konflik sembilan tahun di Suriah yang telah menewaskan lebih dari 500.000 orang.
Continue :
https://www.dream.co.id/news/agar-tak-trauma-bocah-suriah-diajari-tertawa-saat-suara-bom-meledak-200218a.html?utm_source=fb&utm_medium=post&utm_campaign=fb_Vira&fbclid=IwAR0qYoYsO1-YLc6LdxW_St-k9mVaa77Chwt2XEMtN0VQOG74as732FLW4Ls

Posting Komentar
Posting Komentar