Viral di Facebook: Murid Menulis di Daun Pisang karena Tak Mampu Beli Buku, Coba Lihat Tulisannya

Viral di Facebook: Murid Menulis di Daun Pisang karena Tak Mampu Beli Buku, Coba Lihat Tulisannya

Viral di Facebook: Murid Menulis di Daun Pisang karena Tak Mampu Beli Buku, Coba Lihat Tulisannya


Ketika banyak anak-anak atau pelajar menulis dan belajar dengan gadget juga buku tulis, anak yang satu ini malah memilih daun pisang. Pilihan itu dipilih dilakukan karena memang tak ada pilihan lain lagi.

Adalah Erlande Monter yang terpaksa melakukan itu. Erlande merupakan pelajar asal Filipina, yang bersekolah di Lianga National Comprehensive School

Kisah Erlande Monter itu terungkap setelah diunggah di facebook dan menjadi viral di media sosial.

Dan yang membagikan kisah itu adalah guru Erlande Monter, Arcilyn Balbin Azarcon.


Dalam postingan di facebook, sang guru bercerita kalau baru menyadari hal ini usai menyuruh murid Erlande Monter mencatat pelajaran dari papan tulis.

Semula, Arcilyn Balbin Azarcon berjalan mengitari isi kelas, lalu melihat Erlande mencatat di atas daun pisang.

Saat ditanyakan Erlande tak malu-malu.



Erlande bahkan mengakui bahwa dirinya memang mencatat pelajaran di daun pisang di hadapan teman-temannya di sekolah sejak lama.

Berikut postingan lengkap Arcilyn:

Me: Get your notebook and copy the writings on the board.
Students: (Students are writing)
Me: (after I write on the board, I roam around and witness this child writing in the "BANANA LEAF" instead of notebook)
Students: (Submitted their notebook to me.)
Me: (checking their notebooks.)
Him: Ma'am checky pud ni ako sulat para makapoints pud ko (he gladly asked me)
Me:emoticon

Lesson Learned:
To all the students who have notebook: Please, do EXERT AN EFFORT TO WRITE, instead of taking pictures. Or else (kay 21st Century naman daw) take a picture but don't forget to WRITE it on your notebook

(Saya: Ambil bukumu dan tulis tulisan yang ada di papan

Murid: Ia kemudian menulis

Aku: Setelah menulis di papan, aku berkeliling dan menyaksikan anak ini menulis di daun pisang yang menjadi bukunya

Murid: berikan bukumu kepadaku

Aku: melihat bukunya

Dia: Bu, ini adalah tempat bagi saya untuk menulis (katanya meminta kembali)

Aku: tersenyum

Pelajaran yang diambil:


Untuk semua murid yang memiliki buku: Tolong, tingkatkan kemampuan menulis, jangan terlalu banyak digambar atau lainnya. Atau ambil gambar saja, dan jangan lupa tuliskan semua di notebook kalian


Viral di Facebook: Murid Menulis di Daun Pisang karena Tak Mampu Beli Buku, Coba Lihat Tulisannya



Postingan yang diunggah bulan November 2019 itu kemudian menjadi viral di media sosial.

Unggahan ini banyak respons dari warganet yang ingin membantu Erlande.

Melansir The Filipino Times, Erlande yang viral berhasil menarik perhatian dunia.

Ia bahkan menerima beasiswa dari seorang pendeta di Kanada.

Selain itu, sumbangan berupa bantuan alat tulis dan kebutuhan pendidikan lainnya juga didapatkan Erlande setelah foto-foto tersebut viral.

Siswa Siapkan Ujian

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mengadakan kegiatan Bermunajat di Masjid Jami Kota Malang, Minggu (1/3/2020).

Acara ini dihadiri para siswa kelas 9, guru, walimurid dari SMP se Kota Malang menjelang ujian nasional (Unas).

Gus Ali Mustofa Asady, pengasuh PP Nurul Ulum Malang mengajak mereka yang hadir bermunajat.

"Bermunajat itu mendekatkan siswa, guru, walimurid atau orangtua, Karena kadang meski secara fisik dekat, namun terasa "jauh" " kata Gus Ali di acara itu.

Sutiaji, Walikota Malang yang hadir di acara itu berharap siswa taat pada Allah, orangtua dan guru.

"Pada orangtua karena kalian dikandung berbulan-bulan. Bahkan taruhannya nyawa saat melahirkan,Bahkan ada di daerah lain yang saat melahirkan anaknya, ibunya meninggal dunia," jelasnya.

"Maka mulai saat ini, bersihkan hati kita. Minta maaf pada orangtua, teman juga guru-guru yang telah menstransfer ilmu pada kalian. Apa kalian sanggup?" tanya Walikota pada yang hadir.

Terdengar jawaban sanggup. Sedang pada orangtua agar bisa mengiklaskan kesalahan anak-anaknya.

Suyanto, Waka SMPN 27 Kota Malang menyatakan tahun ini baru pertama kali ada kegiatan bermunajat dengan seluruh SMP se Kota Malang.

"Kegiatannya positif. Tapi nanti kami di internal sekolah juga akan mengadakan sendiri.

Namun waktunya masih dicocokkan lagi karena khawatir berbenturan dengan jadwal-jadwal ujian," jelasnya pada suryamalang.com di sela kegiatan.

Siswa kelas 9 di sekolahnya yang berjumlah 139 siswa diminta datang dengan orangtua ke acara itu.

Namun ada yang tidak bisa datang karena sudah terlanjut memiliki kegiatan lain.

"Makanya nanti juga ada kegiatan serupa di internal sekolah. Seminggu atau dua hari sebelumya akan disampaikan agar bisa datang seluruh wali kelas 9," papar guru Bahasa Indonesia ini.

Menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) pada Mei 2020 untuk jenjang SMP, pada Senin (2/3/2020) diadakan gladi bersih UNBK.

Untuk itu, sekolah-sekolah sejak tiga hari terakhir melaksanakan sinkronisasi sistem dengan Puspendik Kemendikbud.

"Di SMPN 27 nanti saat UNBK akan memakai tiga lab. Kami baru dapat bantuan Disdikbud sebanyak 20 laptop. Sehingga bisa dilaksanakan ujian sebanyak dua sesi," papar Pak Yanto, panggilan akrabnya.

Dengan bantuan laptop ini, maka mengurangi penggunaan HP siswa sebagai media ujian sehingga siswa bisa memakai komputer sekolah. Selain itu, siswa kelas 9 sudah mengikuti try out unas sebanyak kali untuk tingkat kota.

Source:https://suryamalang.tribunnews.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter